Metil Biru (Methylene Blue)
Metil biru merupakan
pewarna thiazine yang kerap digunakan sebagai bakterisida dan fungsida.
Di beberapa tempat penggunaan bahan ini sudah semakin tidak populer karena
diketahui mempunyai pengaruh buruk terhadap filtrasi biologi dan kemampuan
warnanya untuk melekat pada kulit, pakaian, dekorasi akuarium dan peralatan
lainnya termasuk lem akuarium. Diduga bahan inipun dapat berakibat
buruk pada tanaman.
Pewarnaan sederhana
Pewarnaan sederhana merupakan
teknik pewarnaan yang paling banyak digunakan. Disebut sederhana karena hanya
menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme tersebut. Kebanyakan
bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan-pewarnaan sederhana karena
sitoplasamanya bersifat basofilik (suka dan basa). Zat-zat warna yang digunakan
untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin. Dengan pewarnaan sederhana
dapat mengetahui bentuk dan rangkaian sel-sel bakteri. Pewarna basa yang biasa
digunakan untuk pewarnaan sederhana ialah memilen biru, krisdal violet dan
karbol fuehsin.
Pewarnaan Asam
Mewrupakan pewarnaan yang
menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan untuk hanya untuk melihat bentuk
sel. adapun zat warna yang di pakai dalam pewarnaan positif adalah biru
metilen, dan air furksin.
Cara kerja : untuk melakukan
pewarnaan bakteri yaitu sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di
atas object glass yang kemudian difiksasi. Jangan menggunakan suspensi bakteri
yang terlalu padat, tapi jika suspensi bakteri terlalu encer, maka akan
diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Fiksasi bertujuan
untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa
merusak struktur selnya.
Pewarnaan
Sederhana
Pewarnaan sederhana dilakukan untuk melihat
ada tidaknya bakteri, menurut Lay (1994), prosedur pewarnaan sederhana mudah
dan cepat, sehingga pewarnaan ini sering digunakan juga untuk melihat bentuk,
ukuran dan pemetaan mikroorganisme. Pada uji ini hanya digunakan 1 macam zat
warna untuk meningkatkan kontras antara mikroorganisme dan sekelilingnya.
Lazimnya, prosedur pewarnaan ini menggunakan zat warna seperti Crystal Violet,
Methylen Blue, Safranin (Fuchsin) dan Malachit Green.
Cara
Kerja:
1. Buatlah suspensi kuman dengan menggunakan
NaCl fisiologis steril pada object glass dan keringkan diudara.
2. Fiksasikanlah dengan cara melewatkan object
glass tersebut diatas lampu spiritus.
3. Tuangkan bahan warna Methylen Blue pada objek glass dan biarkan 3-4 menit.
4. Buang sisa zat warna dari objek glass.
5. Cuci dengan air biasa/ air kran
6. Kemudian keringkan objek glass tersebut
dengan kertas pengering
7. Tetesi sediaan itu dengan minyak emersi
lalu lihatlah dibawah mikroskop, pembesaran 100 x
Interpretasi Hasil BTA Menurut IUAT (Internasional Union Againts
Tuberculosis) :
·
Negatif : tidak ditemukan BTA dalam sediaan
·
Positif
jarang(+) : 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang
·
Positif 1 :
10-99 BTA dalam 100 lapang pandang
·
Positif 2 : 1-10
BTA dalam 1 lapang pandang
·
Positif 3 :
lebih dari 10 BTA dalam 1 lapang pandang
Contoh Bakteri
dan Nama Penyakit
·
Streptococcus
pneumoniae : Merupakan penyebab penyakit Pneumonia (infeksi saluran
pernafasan bawah).
·
Staphylococus
aureus : Penyebab keracunan makanan.
·
Bacillus
anthracis : Merupakan zoonosis (penyakit pd herbivora) yaitu penyakit Anthrac, dapatt menular ke manusia.
·
Clostridium
tetani : Merupakan penyebab penyakit tetanus
