Sabtu, 15 November 2014

Pewarnaan Methylene Blue



Metil Biru (Methylene Blue)
           
            Metil biru merupakan pewarna thiazine yang kerap digunakan sebagai bakterisida dan fungsida.  Di beberapa tempat penggunaan bahan ini sudah semakin tidak populer karena diketahui mempunyai pengaruh buruk terhadap filtrasi biologi dan kemampuan warnanya untuk melekat pada kulit, pakaian, dekorasi akuarium dan peralatan lainnya  termasuk lem akuarium.  Diduga bahan inipun dapat berakibat buruk pada tanaman.

Pewarnaan sederhana
Pewarnaan sederhana merupakan teknik pewarnaan yang paling banyak digunakan. Disebut sederhana karena hanya menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme tersebut. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarnaan-pewarnaan sederhana karena sitoplasamanya bersifat basofilik (suka dan basa). Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin. Dengan pewarnaan sederhana dapat mengetahui bentuk dan rangkaian sel-sel bakteri. Pewarna basa yang biasa digunakan untuk pewarnaan sederhana ialah memilen biru, krisdal violet dan karbol fuehsin.

Pewarnaan Asam
Mewrupakan pewarnaan yang menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan untuk hanya untuk melihat bentuk sel. adapun zat warna yang di pakai dalam pewarnaan positif adalah biru metilen, dan air furksin.
Cara kerja : untuk melakukan pewarnaan bakteri yaitu sebelum dilakukan pewarnaan dibuat ulasan bakteri di atas object glass yang kemudian difiksasi. Jangan menggunakan suspensi bakteri yang terlalu padat, tapi jika suspensi bakteri terlalu encer, maka akan diperoleh kesulitan saat mencari bakteri dengan mikroskop. Fiksasi bertujuan untuk mematikan bakteri dan melekatkan sel bakteri pada object glass tanpa merusak struktur selnya.


Pewarnaan Sederhana
    Pewarnaan sederhana dilakukan untuk melihat ada tidaknya bakteri, menurut Lay (1994), prosedur pewarnaan sederhana mudah dan cepat, sehingga pewarnaan ini sering digunakan juga untuk melihat bentuk, ukuran dan pemetaan mikroorganisme. Pada uji ini hanya digunakan 1 macam zat warna untuk meningkatkan kontras antara mikroorganisme dan sekelilingnya. Lazimnya, prosedur pewarnaan ini menggunakan zat warna seperti Crystal Violet, Methylen Blue, Safranin (Fuchsin) dan Malachit Green.

Cara Kerja:
1.    Buatlah suspensi kuman dengan menggunakan NaCl fisiologis steril pada object glass dan keringkan diudara.
2.    Fiksasikanlah dengan cara melewatkan object glass tersebut diatas lampu spiritus.
3.    Tuangkan bahan warna Methylen Blue  pada objek glass dan biarkan 3-4 menit.
4.    Buang sisa zat warna dari objek glass.
5.    Cuci dengan air biasa/ air kran
6.    Kemudian keringkan objek glass tersebut dengan kertas pengering
7.    Tetesi sediaan itu dengan minyak emersi lalu lihatlah dibawah mikroskop, pembesaran 100 x

Interpretasi Hasil BTA Menurut IUAT (Internasional Union Againts Tuberculosis) :
·      Negatif : tidak ditemukan BTA dalam sediaan
·      Positif jarang(+) : 1-9 BTA dalam 100 lapang pandang
·      Positif 1 : 10-99 BTA dalam 100 lapang pandang
·      Positif 2 : 1-10 BTA dalam 1 lapang pandang
·      Positif 3 : lebih dari 10 BTA dalam 1 lapang pandang

Contoh Bakteri dan Nama Penyakit
·      Streptococcus pneumoniae : Merupakan penyebab penyakit Pneumonia (infeksi saluran pernafasan bawah).
·      Staphylococus aureus : Penyebab keracunan makanan.
·      Bacillus anthracis : Merupakan zoonosis (penyakit pd herbivora) yaitu penyakit Anthrac, dapatt menular ke manusia.
·      Clostridium tetani : Merupakan penyebab penyakit tetanus